STRATEGI PEMBENAHAN SDM DI PEDESAAN

                       Nama   : Arif Saipi Ridwan

Kelas   : 2ID02

                                                         Mata Kuliah      : Ilmu Sosial Dasar (Softskill)

                           Dosen                : Mei Raharja

STRATEGI PEMBENAHAN SDM DI PEDESAAN

Lebih dari 60% penduduk Indonesia mendiami pedesaan. sesungguhnya ini merupakan potensi yang amat besar untuk dikelola menjadi modal sosial untuk memajukan pedesaan. Minimnya sumber daya manusia menjadikan pedesaan identik dengan keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan dan ketidak berdayaan. situasi ini menjadikan sebagian besar anak muda pedesaan selalu bermimpi untuk  berhijrah di lingkungan perkotaan yang identik dengan berbagai kemajuan dan kesejahteraan.

Potensi terbesar dipedesaan yang meliputi sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, perdagangan dan pariwisata tidak pernah digarap secara serius.  Padahal sektor ini menyumbang lebih dari 40% terhadap PDB dan menyerap lebih dari 60% tenaga kerja di Indonesia. Tentunya ini merupakan kesalahan strategi pembangunan yang lebih menitikberatkan pada sektor industri di perkotaan yang tidak berbasis pedesaan.

Untuk itu perlu lompatan sejarah dengan menjadikan pedesaan menjadi basis utama dalam proses pembangunan. Amanat pendiri bangsa sudah sangat jelas yaitu menuju masyarakat yang adil dan makmur. Kalau mau lebih adil tentu pedesaan harus menjadi prioritas pembangunan, sementara di perkotaan dibangun industri yang menopang pedesaan.  Kemakmuran akan diperoleh jika seluruh potensi yang ada, khususnya di pedesaan dioptimalkan. bukan hanya menjadi obyek pembangunan tetapi menjadi subyek utama yang akan mengarahkan kapal bangsa ini berlayar menuju kemandirian

Strategi yang paling realistis saat ini untuk membangun pedesaan adalah membenahi sumber daya manusia. Punya kekayaan alam sebesar apapun kalau manusia yang mengelola salah urus, maka akan sia-sia kekayaan itu. Olehkarena itu dibutuhkan manusia desa yang memiliki visi yang jelas untuk membangun desanya. Berbagai pendidikan dan pelatihan yang mendukung sektor strategis di pedesaan harus dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Investasi manusia yang kreatif harus ditunjang juga oleh pengenalan teknologi terapan yang mampu meningkatkan nilai lebih bagi produk yang dihasilkan oleh pedesaan.

Kita harus banyak belajar kepada negeri tetangga seperti Malaysia yang dulu belajar ke Indonesia, tapi 20 tahun kemudian kita yang harus belajar kesana. Atau ke negara Vietnam dan Thailand yang sangat serius menggarap sektor pedesaan khususnya dibidang pertanian sehingga produknya mampu bersaing di tingkat internasional. Masihkah kita mau belajar ? ataukah kita tetap memaksakan model pembangunan yang hanya berorientasi industri perkotaan yang berbasis ekspor dan teknologi tinggi?

Sumber : http://sosbud.kompasiana.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s